Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GoPay: Transaksi Hiburan dan Gim Naik Tiga Kali Lipat di Masa Pandemi

GoPay, basis pembayaran dan dompet digital dalam ekosistem Gojek akui mendapatkan karunia dari ramainya kegiatan transaksi bisnis di fragmen selingan dan game.
GoPay: Transaksi Hiburan dan Gim Naik Tiga Kali Lipat di Masa Pandemi - Aplikasi Pinjaman Online - https://klik-link.teknoart.my.id/
Winny Triswandhani, Head of Corporate Affairs GoPay optimis ini memberikan indikasi GoPay terus jadi unggulan warga untuk beragam pembayaran keperluan setiap hari, satu diantaranya dalam menolong terhubung selingan 'dari rumah saja', karena terbatasinya akses selingan konservatif di tengah-tengah wabah dan limitasi sosial.

GoPay: Transaksi Hiburan dan Gim Naik Tiga Kali Lipat di Masa Pandemi

"Untuk ranah game dan pertunjukan, data GoPay memperlihatkan peningkatan jumlah transaksi bisnis GoPay tahun kemarin sebesar 3x lipat, dan pada tahun ini kami perkiraan peningkatan itu masih berjalan di depan menyaksikan ada perubahan konsumsi content selingan yang ke arah digital di periode wabah," katanya ke Usaha, Kamis (22/7/2021).

Ditambah, dompet digital atau e-wallet memang sedang jadi unggulan warga untuk transaksi bisnis cepat, gampang, dan dengan nominal kecil.

Hal itu juga disingkap laporan Xendit Payments Basis: Aggregated Transaction Data yang menyebutkan dompet digital mendominasi semua transaksi bisnis smaller ticket size dengan rerata nilai Rp55.000, yang notabene searah dengan rerata ongkos berlangganan bulanan di basis pertunjukan atau pembelian poin di umumnya games mobile.

Laporan itu mengutarakan, nyaris 80 % transaksi bisnis dompet digital nilainya di bawah Rp100.000. Adapun, terkhusus bidang selingan dan game, transaksi bisnis lewat e-wallet juga mendominasi lebih dari 50 %, menaklukkan transaksi bisnis lewat kartu debet, kartu kredit, virtual akun perbankan, dan service paylater.

"Memang bersamaan dengan masih rendahnya penetratif kartu kredit di Indonesia, GoPay jadi jalan keluar pembayaran untuk beberapa pencinta aplikasi selingan sekarang ini karena keringanan dan keamanannya," lebih Winny.

Contoh-contoh akses transaksi bisnis yang difasilitasi GoPay, diantaranya semenjak 2019 beberapa pemakai Google PlayStore bisa beli game atau aplikasi dan lakukan in-app purchase memakai GoPay.

"Kami memberinya keringanan dan keamanan pembayaran di Spotify Premium, hingga pemakai bisa nikmati bermacam juta-an lagu dan podcast tanpa iklan di Spotify. Disamping itu, GoPay bisa dipakai untuk pembayaran di beberapa aplikasi terkenal yang lain seperti Disney+ Hotstar, Viu, Iflix, dan HBO Go," terangnya.

Semenjak tahun kemarin GoPay juga dapat dipakai untuk pembelian pulsa atau paket internet lewat aplikasi MyTelkomsel. Kerjasama ini ikut buka akses ke warga agar bisa sekalian nikmati service selingan yang lain. "Yang akan datang kami terus akan bekerjasama ke beragam faksi untuk meluaskan service GoPay supaya makin banyak yang bisa nikmati kepraktisan pembayaran nontunai untuk bermacam keperluan," tutupnya.

Sekedar info, Global Pertunjukan dan Media Outlook PwC menulis industri selingan dan media global atau E&M yang sudah jadi industri sebesar US$2 triliun, tengah memperoleh kembali momentumnya dengan perolehan penghasilan yang melebihi ekonomi keseluruhannya.

Industri ini ke arah perkembangan sejumlah 6,5 % di tahun 2021 dan 6,7 % di tahun 2022, didorong oleh keinginan yang kuat untuk content digital dan iklan secara global.

Dalam info terpisah, Chief Digital and Technology Officer di PwC Indonesia Subianto mengutarakan penghasilan bidang E&M Indonesia keseluruhannya diprediksi mempunyai tingkat perkembangan kumulatif tahunan (CAGR) 8,7 % dari tahun 2021 - 2025.

"Perkembangan ini khususnya didorong oleh perkembangan eksponensial dalam koneksi internet mobile, konsumsi data yang pimpin perkembangan kelompok seperti video over-the-top/OTT, video games, dan E-sports, dan iklan internet. Kelompok seperti bioskop, usaha B2B, dan di luar rumah terus terserang imbas wabah, tapi diprediksi akan ada semakin kuat untuk penuhi keinginan terkubur dari customer dan usaha di Indonesia," terangnya.

Secara global, perkembangan E&M didorong service streaming video jadi ramai pada 2020 dan service yang dekat disebutkan streaming video-on-demand (SVOD) ini diprediksikan tumbuh dengan CAGR 10,6 % sampai tahun 2025, menjadikan industri sebesar US$81,3 miliar.

Saat itu, penghasilan bioskop diprediksikan akan sembuh pada 2021 bersamaan kelonggaran limitasi sosial, tapi belum sembuh ke tingkat saat sebelum wabah sampai minimal pada 2024.

Disamping itu, penghasilan video games dan e-sports semakin meningkat cepat, capai US$147,7 miliar pada 2020 dengan CAGR 5,7 % yang diprediksikan akan meluaskan fragmen ini jadi usaha sebesar US$194,4 miliar pada 2025.

Dari sisi game, virtual reality jadi fragmen E&M yang tumbuh tercepat, walau datang dari pangkalan yang relatif kecil. Penghasilannya naik sejumlah 31,7 % di tahun 2020 jadi US$1,8 miliar dan diprediksikan akan menjaga CAGR sejumlah 30 % lebih sepanjang 5 tahun di depan sampai capai valuasi usaha sebesar US$6,9 miliar di tahun 2025.

Paling akhir, service terkait musik akan capai perkembangan yang kuat sesudah sempat alami pengurangan besar sampai 74,4 % dalam penghasilan atraksi live music di tahun 2020.

Keseluruhan penghasilan musik akan tumbuh dengan CAGR 12,8 % sepanjang 5 tahun di depan, didorong oleh streaming digital, yang valuasi usahanya akan berkembang jadi US$29,3 miliar di tahun 2025, bertepatan dengan kembalinya atraksi langsung.

Bukti menarik yang lain PwC tulis secara global, yakni pengeluaran untuk iklan internet naik 9 % jadi US$336 miliar di tahun 2020, melebihi pengeluaran iklan non-internet untuk pertamanya kali, dan diprediksikan akan capai perkembangan yang kuat sebesar CAGR 7,7 % sepanjang 5 tahun di depan.

Posting Komentar untuk "GoPay: Transaksi Hiburan dan Gim Naik Tiga Kali Lipat di Masa Pandemi"